Kali ini gw bakal review Film LION (2016) yang masuk dalam nominasi Golden Globe kategori Film drama terbaik. Dari judulnya pasti kalian akan membayangkan ini adalah film tentang hewan. Secara judulnya Lion, tapi saat sudah selesai nonton film ini jauh banget dari judulnya.

Film ini disutradari ¬†oleh Garth Davis yang resmi dirilis pada tanggal 12 Oktober 2016 dan diperankan oleh Dev Patel sebagai Sharoo dewasa. Sudah bisa ditebak ini adalah film drama yang baik untuk ditonton bersama keluarga. Film Lion ini diadaptasi dari buku yang berjudul¬†” A Long Way Home ”¬† oleh Saroo Brierley yang diangkat dari kisah nyatanya saat kecil. Menarik bukan ? dan berikut adalah Review Film LION

Kehidupan Sederhana yang Dipenuhi oleh Kasih Sayang

sumber dari Lion (2016)

Saroo adalah seorang anak yang terlahir di keluarga sangat sederhana di sebuah daerah kecil di India. Saroo dan kakaknya bernama Guddu ini sangat dekat sekali, mungkin karena mereka sama-sama cowok, namun mereka memiliki saudara cewek lainnya. Kedekatan mereka ini semakin terjalin saat Guddu sebagai anak pertama di keluarganya membantu ibu untuk menafkahi anggota keluarga yang lain. Saat Guddu mencari pekerjaan Saroo selalu merengek- rengek untuk ikut membantu saat mencari uang. Dengan berat hati Guddu selalu membawa Saroo yang saat itu masih sangat kecil untuk membantunya. Sehingga pada suatu ketika dengan Guddu dan Saroo berangkat bersama untuk mencari pekerjaan, yang letaknya lumayan jauh dari tempat tinggalnya. Hingga larut malam baru tibalah mereka di sebuah stasiun, Saroo yang setengah mengantuk di gendong Guddu menuju sebuah kursi di stasiun tersebut dan mengatakan untuk menunggunya karena Guddu segera mencari pekerjaan. Saroo yang setengah mengantuk pun mengiyakan perkataan

sumber dari Lion (2016)

Guddu saat itu, saat terhenyak dari tidurnya Saroo pun kaget dan berteriak-teriak mencari Guddu yang saat itu tak dilihat bersamanya. Perkataan Guddu sebelum pergi pun tak dihiraukannya mungkin karena Saroo mendengarnya setengah mengantuk. Apa yang terjadi dengan Guddu? Kaki mungilnya tak lelah berlarian kesana-kesini dan meneriakkan nama Guddu ke sudut-sudut stasiun yang saat sangat sepi pengunjung ,hampir tidak ada pengunjung satupun. Saroo yang panik menaiki sebuah gerbong kereta api yang saat itu sedang berhenti, lalu melanjutkan pencariannya kesetiap gerbong. Namanya juga anak kecil, sampai Saroo kelelahan ia duduk di sebuah bangku kereta api itu dan tertidur.

Perjuangan yang Tak Kenal Lelah

Rasa sayangnya yang begitu besar terhadap Guddu membuat Saroo bertahan di wilayah yang sangat asing baginya. Bagi anak sekecil Saroo saat itu tak mudah bertahan hidup di wilayah yang asing dengan bahasa yang sama sekali tak dimengertinya, sangat sulit baginya untuk berkomunikasi dengan orang lain. Jatuh bangun Saroo di wilayah asing untuk menghindari razia gelandangan. Kesulitan- kesulitanpun banyak ditemui, hingga akhirnya Saroo ditemukan oleh orang yang akhirnya diserahkan kepada kepolisian agar dibuatkan berita kehilangan anak. Kesulitan bagi pihak kepolisian sendiri karena bahasa yang berbeda dan Saroo masih sangat kecil untuk mengingat daerah tempat tinggalnya sendiri, hingga untuk sementar Saroo ditempatkan di sebuah penampungan anak- anak terlantar.

review film Lion (2016)

Banyak hal yang mengubah hidupnya disana, Ia memiliki banyak teman. Hingga suatu hari Saroo dipilih untuk diadopsi oleh sepasang suami istri kewarganegaraan asing berasal dari Australia. Tempat yang tak pernah terbayangkan sekalipun olehnya, bagaimana bentuknya, bagaiamana bahasanya.

sumber dari Lion (2016)

Home Is Where The Heart Is

sumber dari Lion (2016)

Bertumbuh di keluarga yang sangat menyayanginya walaupun tahu betul Saroo bukan anak kandung mereka. Setahun setelah Saroo diadopsi oleh pasangan suami istri baik hati itu, mereka mengadopsi anak lain dari tempat yang sama dari Saroo diambil dahulu, dia bernama Manthos. Karakter yang serba terbalik dari Saroo, karena Manthos sangat emosional dan keras. Akankah mereka dapat menjadi saudara yang baik hinga besar nanti? Konflik apa yang mereka hadapi dengan perbedaan sifat yang sangat kontras itu?

Film ini sangat disusun sangat apik. Alur yang mudah dicerna saat kita menontonnya. Pemilihan peran yang baik dan seluruh latar belakang film menambah penghayatan dan pesan yang disampaikan mudah untuk kita terima.

Seperti biasa gw akan memberikan kesimpulan untuk film yang satu ini. Rumah adalah dimana hati kita berada. Rumah bukan tentang bangunan yang bisa melindungi kita dari teriknya panas dan derasnya terpaan air hujan. Rumah adalah tentang kasih sayang sepanjang masa yang takkan pernah hilang walaupun jarak memisahkan sekalipun, walaupun tak pernah menatap dalam jangka waktu yang lama. Rumah adalah tempat terakhir dimana kita bisa diterima apa adanya tanpa menghakimi masa lalu yang melekat pada diri kita. Sekian review film kali ini, semoga memberikan pencerahan untuk kalian yang menyempatkan membaca film ini.

sumber dari Lion (2016)

Share.

About Author

2 Comments

Leave A Reply