Kali ini kita akan membahas tentang sebuah realita yang mungkin bisa kita sadari atau tidak. Sesuai dengan judulnya, Manusia melihat apa yang di depan mata. Maksudnya apa? Sebagai manusia kita terlalu cepat menilai sesuatu yang hanya terlihat sebatas mata, dapat kita ambil contoh seperti ini saat kita menjumpai seseorang yang penampilannya lusuh pasti kita akan berpikir dia miskin dan hanya meminta- minta saja kerjaannya. Namun apakah hanya sebatas itu saja kita menilai seseorang? Apakah kita hanya menilainya sebatas penampilan? Pernahkah memikirkan bagaimana dengan sifatnya? Jawabannya tidak, kebanyakan dari kita tidak pernah mau ambil pusing dan mencari tahu lebih dalam.

Saat anda menilai sesuatu setidaknya anda sudah meyakinkan hal itu benar adanya , bukan benar disudut pandang anda saja. Jika memang anda tidak mampu mempertanggungjawabkan atas penilaian anda lebih baik urungkan untuk terlalu cepat menilai seseorang. Belajar untuk lebih berpikir luas tentu tidak ada salahnya. Mata memang untuk melihat dan untuk menilai, namun sempatkah anda berpikir untuk menambahkan hati dalam elemen tersebut? Saat mata kita melihat namun kita menggunakan hati untuk menilainya, setidaknya itu akan dapat lebih dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Setiap orang memiliki sisi yang berbeda dengan apa yang tersirat mata. Jika memang mau menilai kenalah seseorang atau sesuatu itu lebih jauh dan kalian akan dapatkan penguatan penilaian anda tidak hanya secara harafiah saja. Jika saja setiap manusia memiliki pemahaman yang baik pada bagian ini, setidaknya kesalahpahaman akan seseorang atau sesuatu dapat diminimalisir.

Saya sering mendengar beberapa cerita dari teman- teman saya, mereka menetapkan beberapa kriteria tentang memilih seorang pasangan, apa yang mereka sebutkan sebagai kriteria itu rata-rata adalah secara fisik. Lantas saya sempat berpikir, apakah dengan fisik yang memenuhi kriteria mereka dapat sepenuhnya bahagia dengan pasangannya? Jawabannya bisa tidak dan bisa saja iya. Mungkin saat awal- awal menjalani hubungan akan terasa sangat bahagia, karena kriteria mereka dapat terpenuhi dengan sempurna. Namun pada kenyataannya setelah menjalani beberapa waktu dan mengetahui bahwa seseorang yang memiliki kesempurnaan fisik tersebut itu sangat buruk dalam memperlakukan kita sebagai pasangannya,karena melihat apa yang di depan mata akan banyak menimbulkan kekecewaan . Baik atau tidak, benar atau tidak baru dapat kita temukan setelah menjalani dan memahami seseorang tersebut melalui proses yang menyertakan waktu.

Disini yang ingin saya sampaikan adalah bahwa apa yang indah terlihat mata belum tentu memiliki arti yang serupa. Letakkanlah pandangan kalian di segala penjuru, setidaknya penilaian tersebut tidak akan membuat anda kecewa nanti atau kedepannya. Apa yang tersirat itu dapat direkayasa dengan banyak hal, namun apa yang kita rasakan akan jujur pada nyata yang ada.

Jika memiliki mata akan menimbulkan banyak salah dalam arti, apakah tidak sebaiknya kita buta saja yang akan membuat kita menilai semua berdasarkan hati -cd.kp-

Share.

About Author

1 Comment

Leave A Reply