Apa yang menyebabkan kita terjerumus dalam banyak hal? Selain lingkungan, diri sendiri lah yang berperan besar dalam menentukan kemana langkah kita melangkah. Terkadang saat kita terjerumus dalam sesuatu hal yang buruk, banyak dari kita yang sering menyalahkan lingkungan atau orang lain tanpa mau mengkoreksi ke dalam diri kita sendiri. Sebagian dari kita mungkin masih dalam proses pencarian jati diri yang menyebabkan kita masih belum menetapkan diri kita ini siapa dan seperti apa, sehingga ajang coba-coba pun acap kali dilalui untuk menemukan sang jati diri. Banyak jalan yang kita tempuh dan lalui pastinya, tergantung di lingkungan mana kita bertumbuh.

Biasanya anak- anak mudalah yang paling sering melakukan hal- hal tersebut, mereka bertindak tanpa berpikir untuk jangka kedepannya seperti apa. Jika memang sudah terlanjur berkecimpung dalam hal-hal buruk , keluarlah kata-kata mutiara dari sebagian mereka ” Namanya juga manusia, wajarlah berbuat salah” . Sebagai manusia memang benar kita adalah tempatnya salah dan dosa di dunia ini, namun sebagai manusia pun kita diberikan anugerah melebihi mahkluk hidup yang lainnya, yaitu akal budi. Kita harus bisa mengaplikasikan anugerah tersebut dalam semua aspek kehidupan kita, sehingga akan terlihat jelas perbedaan antara manusia dengan mahkluk hidup yang lain.

Berkelahi dengan diri sendiri dalam perjalanan hidup kita haruslah dilakukan. Saat manusia tak pernah mau berkelahi dengan diri sendiri dalam keinginan yang buruk yang terjadi adalah kita akan terjerumus jauh dalam lembah kekelaman. Musuh yang paling besar itu adalah diri sendiri. Bisa saya jelaskan disini , kenapa musuh yang besar adalah diri sendiri karena saat kita tidak bisa mengendalikan hawa nafsu , kita akan dikendalikan penuh, dan pastinya yang terjadi adalah kehancuran. Sifat dasar manusia yang serakah dan tak pernah puas akan sesuatu itu yang harus kita kalahkan.

Orang bisa dikatakan dewasa saat Ia bisa mengendalikan hawa nafsu dan emosinya dalam menjalani kehidupan. Karena mereka akan memikirkan apa yang akan dilakukannya untuk dampak jangka panjangnya. Akibatnya mereka bisa meminimalisir kesalahan dalam bertindak di kehidupannya.

Pembahasan ini bukan ditujukan untuk orang yang sudah matang dalam pemikirannya saja, namun untuk kita semua. Bukan maksud menggurui atau sok tau apalagi sok pintar , disini saya juga mencoba belajar memberikan sedikit menurut pengamatan saya selama ini. Dewasa itu bukan tentang umur, bukan tentang gender bukan tentang ras namun tentang kemauan. Kemauan kita untuk menjadikan hidup ini lebih baik, dan tidak mengikuti arus yang ada. Karena hanya ikan mati saja yang mengikuti arus. Apakah kalian hanya bagian dari ikan yang sudah mati? Banyak dari kita memilih untuk hidup lebih nyaman, dengan cara mengikuti arus. Jika kalian pahami, sesuatu yang baik akan sedikit diminati. Hal yang baik itu sangat tidak mudah dijalani, lebih sukar dimengerti, akan menguji kesabaran. Jadi orang lebih memilih untuk hidup yang nyaman dan banyak diikuti oleh orang lain.

Pesan pada artikel ini sangat sederhana, saat kita mau keluar dari zona nyaman dalam kehidupan, kita akan menemukan banyak makna dalam kehidupan ini.

Keluarlah  dari zona nyamanmu dan perangilah dirimu sendiri. Hidup tidak semata- mata tentang kesenangan namun tentang bagaimana kita menjalani dan menemukan proses hidup menuju sesuatu yang lebih baik. Baik menurut yang telah diajarkan oleh apa yang kita yakini. -cd.kp-

 

Share.

About Author

4 Comments

Leave A Reply