KEINGINAN DAGING MANUSIA YANG MENJADIKAN KITA BUDAK DUNIA

2

Kenapa judulnya ngeri banget ya?well disini aku akan membahas beberapa perkara yang sering kita alami sebagai batas manusia. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak pernah memiliki rasa puas, acap kali sifat ini yang membikin banyak orang menjadi serakah dan selalu merasa tak pernah berkecukupan untuk hal yang sudah dimiliki. Aku sendiri pun juga sering sekali merasakan hal yang sama. Namun ada beberapa hal yang aku sadari bahwa jika aku selalu menuruti keinginan daging (keinginan duniawi) aku tak pernah menemukan rasa puas itu sendiri, aku coba berhenti dan mulai memikirkan hal apa yang harus aku lakukan agar aku tak menjadi budak pada hawa nafsuku sendiri.

Iya benar sekali seperti yang kita tau ada hal yang bisa menghentikannya yaitu dengan BERSYUKUR. Kenapa harus capslock??? Iya karna kita manusia sering hanya mengetahui teorinya saja tanpa mau mempraktikannya. Coba kita tilik lagi keinginan daging apa yang paling besar di hidup kita sekarang ini? Mungkin kalau aku pribadi adalah tentang pencapaian pekerjaan.

Aku selalu berfikir aku bisa mendapatkan pekerjaan yang terbaik. Terbaik? Seperti apakah itu? Terbaik bagi standar hidup dan keinginan ku pastinya. Dulu saat aku masih menjadi seorang mahasiswi di satu perguruan negri yang ada di jogja keinginanku yang terbesar adalah aku ingin cepat-cepat lulus dan wisuda. Setelah aku lulus aku ingin sekali cepat mendapat pekerjaan, dan setelah aku mendapat pekerjaan apa yang terjadi? Benar, rasa tidak puas itu selalu muncul dan aku ingin mendapat pekerjaan yang lebih baik. Jadilah aku seorang perantau yang sering masuk keluar pekerjaan baru, dan saat ini aku bekerja di salah satu perusahaan jasa telekomunikasi berjalan sudah hampir 3tahun lamanya. Selama 3 tahun ini apa yang terjadi?kenapa bisa aku bertahan dengan pekerjaan ini selama ini?

Bagi kita para pekerja yang sudah cukup lama menjalani aktivitas kita dengan bekerja mungkin tau pasti bahwa ada dimana kita berada pada titik jenuh yang teramat sangat pada pekerjaan kita yang bisa dibilang itu-itu saja. Aku juga merasakan hal yang sama. Namun aku menjadi ingat perkataan seorang teman yang selalu mengingatkan bahwa itulah resiko pekerjaan, syukuri aja yang sudah kamu dapatkan karna tidak semua orang bisa mendapatkan seperti yang kamu dapatkan. Aku berfikir sejenak, kata-katanya terdengar sangat biasa dan malah justru sangat klasik. Tapi aku mencoba merenungkan apa yang diucapkannya ada benarnya juga loh. Kita bisa menghentikan keinginan kita yang berlebih dengan bersyukur dan mencoba menikmati pekerjaanku kembali. Jika kalian merasa bosan, ambil sedikit waktu dan persiapkan untuk beberapa tujuan untuk berlibur. Berlibur tak usah mahal-mahal, cukup yang dekat, contohnya ke gunung atau ke pantai,atau bisa juga menjalani hobi kalian. Pasti saat kembali bekerja akan sedikit terasa ringan pikiran kita.

Oiya melanjutkan keinginan daging , tidak hanya sebatas pekerjaan saja sih. Untuk berita yang sempat hot kala itu ,kasus menggandakan uang. Wah manusia mana yang tak tergiur dengan kata-kata menggandakan uang. Semua manusia sangat wajar ingin memiliki taraf hidup yang memadai. Nah di jaman eraglobalisasi ini banyak hal dan banya cara kita untuk mendapatkan uang. Iya benar kalau kita dibutakan oleh keinginan daging kita sendiri kita bisa jadi budaknya dan akhirnya akal sehat dan pengetahuan intelektualitas kita akan dikesampingkan dan kita memilih cara yang tercepat.

Pastinya sudah banyak kalian tau banyak juga petinggi-petinggi yang dikabarkan ikut cara itu . Seperti yang kita ketahui mereka bukan orang-orang yang memiliki keterbelakangan pendidikan, justru mereka adalah orang-orang melek pendidikan. Karena rasa yang tidak puas dan selalu menuruti hawa nafsu untuk selalu bisa lebih dan lebih kaya mereka memutuskan terjerumus didalamnya entah cara itu dikatakan cara yang afdol atau bukan , mereka tak memikirkan keabsahan itu lagi. Sebagai contohnya mereka memberikan uang 200jt yang mereka harapkan mendapat 400jt, setelah mendapat 400jt mereka menggandakannya lagi berharap mendapat 800jt dan begitu seterusnya hingga akhirnya uang gandaan terakhir sama sekali hilang dan mereka tidak mendapatkan apapun. Pelajaran yan kita dapat? Banyak sih. Kita harus bersyukur kepada sang pencipta itu yang pasti dan percaya bahwa uang itu bukan datang karna penggandaan tapi dengan bekerja , berusaha dan berdoa.

Aku berharap kita semua menjadi manusia yang bijak, yang memiliki kualitas hidup yang baik bukan sebatas materi namun dalam pribadi kita dan cara berpikir kita itu yang penting.

Cukup lah kita memiliki 2 hal itu untuk berperang memerangi keinginan daging kita dan tidak menjadikan kita manusia-manusia yang terjerumus kedalam kesesatan yang kita bikin dengan akal tidak sehat kita sendiri. Untuk penutup aku akan memberikan contoh yang aku dengar dari seorang pembicara. Kita (manusia) meminta pesawat terbang dalam doa kita, namun kita (manusia) sering lupa menyiapkan untuk hal yang kita minta. Kita meminta pesawat terbang namun kita lupa menyiapkan landasan pesawat terbang itu. Lalu Sang Pemberi apakah akan memberikan dengan kenyataan itu? Jawabannya tentu tidak atau belum . Jadi Kita (manusia) harus mempersiapkan apa yang kita minta kepada Sang Pemberi. Jika kalian meminta kekayaan persiapkanlah hati kalian agar kalian mengkayakan hati kalian sehingga nanti saat kalian memiliki kekayaan harta, kekayaan itu tidak akan menjerumuskan kalian kedalam hal-hal yang buruk. Well sekian dulu lah ya coretan-coretannya, semoga bermanfaat untuk kalian sang pencari rejeki .

Share.

About Author

2 Comments

Leave A Reply